Tentang Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)

9/25/2015 01:38:00 AM

Tulisan ini murni saya tulis karena masih banyak teman-teman dan orang-orang disekitar saya masih belum tahu tentang apa itu Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Padahal, program ini diadakan setiap tahunnya oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, yang dibantu penyeleksiannya oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi serta Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). 

Everyone could be a tourist,
but the feel of being youth ambassador ...
is the different thing
Akan tetapi, kenyataannya memang informasi tentang PPAN ini masih belum banyak disebarluaskan. Terbukti jika kita menuliskan "Program Pertukaran Antara Negara" di search engine, informasinya masih belum banyak. Sebenarnya jika melihat kapasitas pihak penyelenggara, seharusnya informasi ini dapat tersebarluaskan dengan baik. Bisa saja pihak Kemenpora atau Dinpora/Dispora masing-masing provinsi menyebarluaskan informasi yang sangat berguna bagi pengembangan pemuda-pemudi Indonesia ini, melalui media lokal maupun nasional, online maupun offline.

Tentang Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN)


Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, bersinergi dengan pemerintah daerah untuk setiap tahunnya mengadakan Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Program ini merupakan pelaksanaan amanat Pasal 22 Undang-Undang Kepemudaan yang secara eksplisit tercantum dalam rangka merespon tantangan global. Pemuda adalah setiap orang yang berusia 16 s.d. 30 tahun dan belum menikah. (Jadi, sangat salah jika misal ada mindset bahwa program ini hanya untuk mereka yang masih berkuliah. Saya pribadi termasuk cukup muda dalam program yang saya ikuti dibanding dengan delegasi lain :P)



Peserta PPAN terpilih dari setiap provinsi yang diseleksi ketat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora / Dispora) Provinsi masing-masing serta melibatkan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) adalah alumni PPAN. Setelah kembali ke daerah, usai mengikuti kegiatan PPAN, peserta wajib melakukan Post Program Activity (PPA) yang dibiayai atau dipantau langsung oleh pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kota/kabupaten. 

Apa Saja Syarat untuk Menjadi Peserta PPAN?
Syarat berikut merupakan syarat secara keseluruhan (diluar administratif):
  • Warga Negara Indonesia; Beriman; Sehat jasmani dan rohani; Berpendidikan minimal SLTA dan Belum menikah
  • Telah melakukan pemberdayaan masyarakat diberbagai bidang
  • BELUM PERNAH MENGIKUTI PPAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH KEMENPORA (Saya "highlight" program ini karena program ini berbeda dengan "exchange" yang lain. Program ini adalah "once life experience")
  • Mempunyai wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta pengetahuan yang luas mengenai isu nasional dan internasional
  • Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik secara lisan atau tulisan dengan skor kompetensi minimum 520 (TOEIC), 450 (TOEFL: PBT), 133 (TOEFL: CBT), 45 (TOEFL: IBT), 4.0 (IELTS), PET (Cambridge Exam) dan B1 (CEFR).
  • Usia calon peserta PPAN pada saat diusulkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga adalah: 
  1. Pelatihan Kepemudaan Indonesia Kanada (PPIK) atau Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP): Usia 20-24 Tahun;
  2. Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia atau Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) : Usia 21-25 Tahun;
  3. Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia atau Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP): Usia 23-27 Tahun;
  4. Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan (PPIKor) atau Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP): Usia 18-24 Tahun;
  5. Pertukaran Pemuda Indonesia-Tiongkok (PPIT) atau Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP): Usia 20-30 Tahun;
  6. ASEAN Student Visit India (ASVI): Mahasiswa usia 19-24 Tahun;
  7. Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP): Usia 20-30 Tahun
Selain usia, masing-masing provinsi biasanya memiliki kuota program yang berbeda-beda. Kuota program merupakan ketentuan peserta PPAN yang mewakili provinsi, yang dilihat dari jumlah peserta, jenis kelamin, dan program yang diikuti. Setiap tahunnya kuota program tergantung dari kebijakan Kemenpoa RI.

Bagaimana Pembiayaan PPAN?
  • Selama proses seleksi PPAN, calon peserta tidak dipungut biaya sepersen pun alias gratis. Kecuali untuk transportasi di seleksi provinsi apabila kamu lolos seleksi administratif, ditanggung diri sendiri.
  • Biaya pembuatan paspor tidak ditanggung oleh pihak Kemenpora. Namun biasanya, biaya pembuatan paspor akan dibantu oleh pihak pemerintah daerah.
  • Pemerintah provinsi menanggung biaya-biaya sebagai berikut: (a) Biaya perjalanan dari tempat tinggal ke ibu kota provinsi (PP) dan (b) Akomodasi selama mengikuti program yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi masing-masing. (Biasanya dalam bentuk uang saku, namun jangan berharap sangat berlebih!)
  • Kemenpora menanggung: (a) Biaya visa, airport tax dan tiket ke negara tujuan PP; (b) Biaya transportasi dari ibukota provinsi ke Jakarta (PP) untuk mengikuti program; (c) Perlengkapan dan akomodasi selama mengikuti program;

Bagaimana Saya Bisa Mendaftar program PPAN?
Seleksi PPAN dilakukan setahun sekali oleh masing-masing provinsi. Pemilihan provinsi tergantung dari KTP dan KK calon peserta PPAN. Seleksi provinsi sendiri biasanya dilaksanakan sekitar bulan Februari-April. 
(Pastikan jika kamu tertarik dengan program ini, mulai dari sekarang rajin "kepo" dan "stalk" PCMI daerah masing-masing. Tidak tahu website atau akun media sosial PCMI? Google it!!! Tinggal masukan dengan kata kunci "PCMI Jawa Tengah, PCMI Sumatera Barat, PCMI Maluku, dsb")

Apa Saja Seleksi Peserta PPAN?
Seleksi PPAN sebenarnya berbeda-beda, tergantung dari kebijakan masing-masing provinsi, antara pihak Dinpora/Dispora Provinsi dan PCMI. Secara umum, terdapat dua seleksi yaitu seleksi administratif (hal ini bisa di-submit secara online) dan seleksi provinsi (calon peserta harus kembali ke ibu kota provinsi untuk seleksi, bisa satu hari atau lebih, tergantung provinsi masing-masing).

Untuk Jawa Tengah sendiri di tahun 2015, terdapat dua seleksi, yaitu:
  1. Seleksi Administratif, selain dokumen umum seperti KTP, KK dsb; biasanya pada tahap ini para calon peserta diminta mengisi form dan terdapat semacam esai seperti mengapa tertarik mengikuti program ini, apa yang dilakukan setelahk kepulangan dari program, dan lain-lain.
  2. Seleksi Semifinal dan Final sangat tergantung dari provinsi masing-masing. Untuk Jawa Tengah, seleksi ini dilaksanakan sehari penuh dengan sistem gugur. Terdapat tiga tahapan, yaitu Tes Tertulis (materi yang diujikan adalah materi tentang Provinsi Jawa Tengah, materi tentang Indonesia, materi tentang Internasional dan Bahasa Inggris); Focus Group Discussion (FGD); Wawancara dan Kesenian

Bagaimana Gambaran Masing-masing Program dalam PPAN dan Kapan Program Dilaksanakan?
Terdapat tujuh program dalam PPAN, yang memiliki metode, tema serta tanggal keberangkatan yang berbeda-beda. Berikut merupakan gambaran umum dari masing-masing program.
  • Indonesia-Canada Youth Exchange Program (ICYEP), dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan, yang dimulai pada bulan September, dengan tema community development. Program ini menekankan tentang volunteering. Peserta akan tinggal bersama host-family selama program berlangsung.
  • Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), dilaksanakan selama kurang lebih 4 bulan yang dimulai pada bulan Oktober, dengan tema proffesionalism. Terdapat dua fase dalam program ini, yaitu fase Australia dan fase Indonesia. Pada masing-masing fase, para peserta akan tinggal bersama host-family dan akan melakukan internship di tempat yang berbeda.
  • Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program (IMYEP), dilaksanakan selama kurang lebih 1 bulan dari bulan Oktober. Program ini juga terdapat dua fase, yakni Indonesia dan Malaysia. Pada tahun 2015, IMYEP mengangkat tema media.
  • Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP), dilaksanakan selama 20 hari dari bulan Oktober, yang dibagi dalam dua fase, Indonesia dan Korea. Peserta IKYEP berkesempatan tinggal bersama host-family. Pada tahun 2015, IKYEP mengangkat tema creative industry.
  • Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP), dilaksanakan selama 10 hari di Tiongkok dan diberangkatkan pada bulan September. Tahun 2015, IChYEP mengangkat tema entrepreneruship. Metode program ini adalah visit to visit.
  • ASEAN Student Visit India (ASVI), dilaksanakan selama 10 hari di India pada bulan September, dengan tema entrepreneurship. Peserta ASVI tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari 10 negara ASEAN lainnya.
  • Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP), adalah program yang paling berbeda dibanding dengan program lain, yakni selama 53 hari para peserta yang terdiri dari 10 negara ASEAN dan Jepang menggunakan kapal "MS Fuji Maru" untuk mengunjungi beberapa negara di ASEAN dan Jepang. Tema program ini adalah leadership.

Delegasi Jawa Tengah PPAN 2015
(Dari kiri ke kanan: IMYEP - IKYEP - SSEAYP - ASVI - IChYEP)

Kurang lebih, seperti itulah gambaran mengenai Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Saya pribadi merasa bahwa program ini berbeda dengan program pertukaran yang lain. Karena dalam program ini, para peserta secara utuh menjadi duta bangsa yang harus merepresentasikan dengan baik negara Indonesia. Terkait dengan pengalaman, pembelajaran dan jaringan, jangan diragukan. Melalui program ini pula, setelah program berakhir, saya langsung mendapatkan keluarga baru yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. :)

Saya sendiri mengetahui PPAN sejak tahun 2013, secara tidak sengaja melihat akun twitter PCMI Jakarta di lini masa saya. Sejak saat itu saya baru tahu jika saya harus mendaftar melalui PCMI Jawa Tengah karena KTP saya memang asli Jawa Tengah. Sejak saat itu pula, saya menantang diri saya bahwa saya harus menjadi delegasi PPAN sebelum saya lulus, paling lambat awal tahun 2016. Setelah pada tahun 2014 saya pernah mencoba program ICYEP, lolos seleksi administratif namun saya tidak lanjutkan ke seleksi di Provinsi karena terkait dengan beasiswa studi, Alhamdulillah pada tahun 2015 Allah SWT memberi kesempatan kepada saya untuk mewujudkan cita-cita saya menjadi Delegasi Jawa Tengah PPAN 2015 untuk Indonesia-China Youth Exchange Program (IChYEP) 2015.

Jika ada pertanyaan tentang PPAN atau khususnya IChYEP, feel free to ask me! Bisa lewat akun ask.fm saya (@brilianidhp) atau media sosial lain. ! But don't ask about general things that I have shared above ya! :P

Indonesian Delegation of Indonesia-China Youth Exchange Program 2015

Salam hangat,

Briliani Dwi Harnawan Putri
Delegasi Jawa Tengah PPAN 2015

You Might Also Like

4 comments

  1. wah seru ya bisa ikutan pertukaran seperti itu, tapi harus jago mempresentasikan ini.

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas informasi nya :) semoga bisa berpartisipasi

    BalasHapus
  3. Iaann, kamu keren sekali! Temanku juga ada yang lolos jadi delegasy ICYEP buat provinsi DIY di tahun 2013. Kemarin sempet dia paksa-paksa buat daftar yang tahun 2014 tapi akunya nggak pede karena pengalamanku dikit. Hehehe.

    Anyway, main-main ke sini yuk https://itschilla.wordpress.com/2015/10/27/feeling-honored/ untuk cek nominasi yang aku kasih ke blog kamu yg makin hari makin inspiratif ini! ^^

    Love,

    Eschilla

    BalasHapus
  4. Apa harus punya prestasi di bidang kesenian kak? Yang dimaksud tes kesenian itu gimana kak?

    BalasHapus

Subscribe by Email

Subscribe