Nasi Uduk, Ketoprak dan USM Universitas Bakrie

1/17/2014 11:29:00 PM

Sewaktu di Jakarta, kangen banget makanan rumah. Sewaktu di rumah, kangen (saja tanpa banget) sama makanan Jakarta. Dasar manusia! 

Sebenernya makanan Jakarta yang ngangenin cuma ada satu-dua sih untuk saat ini, karena toh intensititas hidup di sana lebih banyak daripada hidup di kota asalku sendiri, Klaten. Jadi, sebelumnya maaf atas ketidakseimbangan rasa kangen terhadap makananmu, Jakarta.

Hanya ada dua makanan asal Jakarta yang begitu ngangenin (bagi aku pribadi sampai detik aku menulis ini). Salah satunya adalah nasi uduk! Tidak ada nasi uduk yang lebih enak selain dari tempat asalnya, yakni Jakarta itu sendiri.

Nasi Uduk: nasi gurih karena telah diolah dengan santan kelapa ditambah dengan berbagai macam lauk-pauk yang melengkapinya. (sumber gambar)
Nasi uduk menjadi makanan favorit juga untuk makan pagi atau makan malam bagi mahasiswa yang berlabel anak kos. Selain enak dan mengenyangkan, jika lauk yang dipakai masih dalam batas kewajaran, harganya pun murah dan sangat terjangkau bagi anak kos. Nasi uduk juga bertebaran di daerah dekat kosan, tinggal pilih saja mana yang paling enak. Meskipun di Klaten juga ada, tapi rasanya benar-benar jauh dari rasa nasi uduk di Jakarta


Makanan asal Jakarta yang ngangenin berikutnya, adalah ketoprak
Karena apa? Karena di Klaten aku belum pernah ketemu tempat makan yang menjual ketoprak! Apakah memang sebenarnya tidak ada atau aku saja yang tidak tahu, entahlah.

Untuk yang tidak tahu ketoprak, ini dia Ketoprak! Lontong, tahu, bihun, taoge, timun yang dibalur dengan bumbu kacang dan kecap, lengkap dengan segunung kerupuk. (sumber gambar)
Apalagi ketoprak di dekat kos, I think that it's the most delicious ketoprak I've eaten. Berlebihan sih, tapi memang rasanya enak dan nagih. Jangan kaget kalau kalian datang di sana pada saat jam-jamnya makan malam (jam 6-7), kalian harus antri dengan cukup memakan waktu. Akan tetapi, antrian kalian akan dibayar lunas dengan lezatnya rasa ketoprak si Abang-yang-sampai-sekarang-aku-tidak-tahu-namanya. Dari yang harganya 7000 menjadi 8000 rupiah, tetap saja menjadi idola makan malam mahasiswa-mahasiswa yang kos di sekitar sana.

Berbicara tentang ketoprak, ada kejadian yang entah kebetulan atau tidak, sudah beberapa kali ditanya oleh orang-orang yang-ikut-mengantri-ketoprak tentang Universitas Bakrie, bagaimana cara masuknya, bagaimana cara mendapat beasiswanya, dan sebagainya. Ketika aku beli makanan di tempat lain, tidak ada yang pernah menanyai aku tentang pertanyaan itu. Aku pikir di daerah rumah padat penduduk ini (di daerah di mana aku kos sekarang) tidak ada yang tertarik untuk masuk atau bahkan menguliahkan anaknya ke Universitas Bakrie, tetapi ternyata aku salah :P

Aku tidak perlu menjelaskan secara panjang lebar lagi tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu di sini karena semua sudah terangkum dalam salah satu postingan blogku tentang FAQ Universitas Bakrie.

Akan tetapi soal Ujian Saringan Masuk (USM) Universitas Bakrie, ada hal yang berbeda dibanding tahun lalu tentang waktu pelaksanaannya. Jika tahun lalu setiap bulan selalu ada USM Universitas Bakrie, untuk tahun ajaran ini, sampai bulan Februari hanya dilakukan dua kali USM Universitas Bakrie, yaitu bulan November lalu dan yang kedua di tanggal 23 bulan Februari 2014. Jadi, jika kebetulan kamu sedang membaca tulisan ini dan berniat untuk masuk di Universitas Bakrie, bisa langsung cek saja di websitenya Universitas Bakrie.



Nb: tulisan ini dibuat disela liburan saya yang benar-benar liburan. Happy holiday, all!






You Might Also Like

0 comments

Subscribe by Email

Subscribe