Kuliah atau Kerja Dulu?

3/13/2014 10:42:00 AM

(Sumber Gambar)
Sejak dahulu, saya adalah tipe orang yang harus melanjutkan studi lanjutan selepas mengenyam bangku sekolah selama belasan tahun. Saya memang orang yang sangat "haus" akan pengetahuan dan saya sangat suka belajar. Jadilah, saya... tidak pernah terbesit sekalipun untuk tidak melanjutkan pendidikan lanjutan, apalagi terpikir untuk langsung bekerja selepas lulus SMA.

Lingkungan keluarga saya tepatnya yang seringkali mengajarkan, "Mau jadi apa kalau enggak kuliah dulu?" Dan saya sekarang sadar bahwa itu adalah pikiran yang masih konvesional. 

Tergabung di beberapa kegiatan luar kampus, membuat saya sadar bahwa tidak ada beda antara mereka yang memilih kuliah dengan mereka yang memilih untuk tidak kuliah. Mereka yang memilih untuk tidak kuliah bukan berarti menandakan mereka malas untuk belajar dengan sistem pembelajaran di dalam kelas. 


Kuliah

Kuliah mengajarkan banyak hal: pengetahuan, teori, cara berpikir dan jaringan. Beberapa keuntungan yang kita dapatkan ketika ketika memutuskan untuk kuliah terlebih dahulu adalah:
  1. Meyakinkan kehebatan atau kesukaan kita ada di mana. Meskipun kita diajarkan untuk tahu passion kita sedini mungkin, tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak orang yang belum yakin akan kemampuannya sendiri dan bahkan tidak yakin apa yang menjadi kesukaannya. Saya pribadi baru benar-benar yakin bahwa saya menyukai dunia ekonomi ketika saya terdampar di jurusan akuntansi, Universitas Bakrie. (Tulisan tentang ini bisa dibaca di sini)
  2. Kampus adalah tempat belajar yang kondusif. Setidaknya itu yang saya rasakan sampai saat ini. Melalui dunia perkuliahan, saya belajar tentang teori juga tahu kira-kira mana teori yang applicable dan tidak di dunia kerja nanti. Melalui dunia ini pula, kerangka berpikir saya juga semakin di asah. Dan kesalahan di dunia perkuliahan adalah dunia yang wajar (dengan catatan kita belajar dari kesalahan kita di sini). Di dunia kerja kita dituntut untuk seminal mungkin melakukan kesalahan.
  3. Masa perkuliahan adalah masanya mengeksplorasi diri lebih jauh. Tidak terikat dengan jam kerja, ketika kita memutuskan untuk kuliah, kita bisa memanfaatkan waktu diluar jam belajar untuk mengeksplorasi diri melalui kegiatan non-akademik yang kita pilih. Saya pribadi memilih untuk tergabung di unit kemahasiswaan (semacam kegiatan ekstrakuliluler) jurnalistik, menjadi pengurus himpunan dan tergabung di organisasi yang bergerak di youth development. Melalui kegiatan-kegiatan ini, saya belajar tentang bagaimana berinteraksi, berbicara di depan umum, memanajemen waktu, dan masih banyak lagi.
  4. Ijazah menanti kita. Masih banyak orang yang melihat ijazah sebagai gerbang awal untuk melakukan wawancara sebelum masuk kerja di suatu tempat. Melalui ijazah, artinya kemampuan kita telah diakui oleh negara. Banyak beasiswa atau perusahaan besar yang masih mencari lulusan berijazah bagus.
  5. Magang. Berkuliah bukan berarti tidak bisa merasakan pengalaman bekerja. Di kampus saya sendiri, magang adalah mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa. Pada saat magang, selain merasakan dunia kerja secara langsung, magang bisa juga menjadi pintu kita untuk "dilihat" dan "ditarik" oleh perusahaan tempat kita magang.

Kerja

Seorang teman yang tergabung dalam kegiatan yang sama memutuskan untuk tidak berkuliah tetapi langsung bekerja di suatu media online terkenal. Dia memang tidak melanjutkan studinya, akan tetapi ada satu hal penting yang dia punya: skill. Dia sudah tahu apa yang menjadi kehebatannya dan apa yang dia suka. Dan memang skill yang dia punya sudah mampu merepresentasikan kemampuan yang dibutuhkan oleh tempat dia bekerja.

Ketika memutuskan untuk langsung bekerja, ada juga beberapa keuntungan yang bisa diperoleh seperti langsung bisa merasakan pengalaman bekerja. Pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan. Learning by doing sangat bisa sekali diterapkan ketika memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu.

Jenjang karier tidak bisa langsung didapatkan secara instan. Dengan langsung bekerja selepas sekolah juga membuat kita semakin cepat untuk meniti karier di masa depan. Jika kita mampu bekerja dan memberikan peforma terbaik kita, naiknya jenjang karier bisa kita rasakan semakin cepat pula.


Kuliah atau Kerja? 

Tidak ada yang salah dari keduanya. Mau memilih untuk lanjut kuliah atau bekerja terlebih dahulu kembali kepada individu masing-masing. Tujuan kuliah pun untuk akhirnya bekerja. Tapi harus diyakinkan bahwa ketika memutuskan untuk langsung bekerja, pastikan bahwa kamu memang memiliki skill yang spesifik. Seperti seorang teman yang saya ceritakan sebelumnya, dia memiliki skill dibidang fotografi dan video editor, dan pekerjaannya sekarang pun tidak jauh-jauh dari hal tersebut.

Kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah juga bisa dilakukan. Tapi pastikan bahwa kamu bisa fokus di keduanya. Tidak akan ada artinya ketika ada satu bagian yang tidak kamu prioritaskan. Jaman sekarang, banyak juga pekerjaan yang bisa dikerjakan tanpa harus mengganggu jam kuliah. Semester lalu (semester 3) saya juga sempat menjadi seorang freelancer sebagai media planning creator yang saya dapatkan dari berjejaring di kegiatan non-akademik yang saya ikuti.

Apapun pilihan kamu, tidak ada yang salah. Yang salah adalah ketika kamu sudah memutuskan untuk memilih, tetapi kamu tidak tahu konsekuensi atau alasan yang kuat dari pilihan yang telah kamu pilih.




You Might Also Like

2 comments

  1. Sepertinya kuliah atau kerja itu pilihan masing-masing ya, Kak. Tergantung tujuan hidupnya mau kemana dan mau apa :))
    Baru pertama kali ke sini. Salam kenal ya hehe

    BalasHapus

Subscribe by Email

Subscribe