More You Get, More You Spend

12/30/2013 01:40:00 PM

Semakin banyak yang kamu dapat, semakin banyak pula yang kamu buang.


Bulan ini mungkin menjadi bulan terboros dalam sejarah kehidupan perkosanku. Jika sebelum-sebelumnya aku menghabiskan uang saku per bulanku sebanyak kurang lebih 85% (sudah termasuk uang kos di dalamnya), bulan ini aku menghabiskan kurang lebih 130%! 
Gambaran kasar antara pengeluaran (kurva warna merah) dan pendapatan uang saku.
Setelah menilik dan meneliti lebih jauh, aku memakluminya. Bulan ini aku sempat sakit dan harus berobat ke dokter plus membeli obat dan vitamin ini itu. Juga harus membeli banyak penunjang makanan yang sehat dan bergizi seperti buah, susu dan yakult. Selain itu, ternyata efek salah satu vitamin yang aku konsumsi membuat nafsu makan benar-benar tinggi. Alhasil, makan terus bawaannya dan asli susah sekali untuk dikendalikan! Apalagi bukan makan besar, tapi lebih kepada "jajan-jajan". Ditambah dengan menjelang ujian, belajar tanpa camilan ibarat sayur tanpa garam~

Tapi ternyata setelah didalami, faktor penyebab kenaikan pengeluaranku bulan ini juga merupakan dampak dari meningkatkaannya uang yang aku dapat per bulannya. Seperti hukum ekonomi, semakin tinggi kesejahteraan orang, semakin tinggi pula barang yang dikonsumsinya. Memiliki pekerjaan sampingan, efeknya memang berdampak pada ketenanganku ketika membeli "jajan-jajan" sebagai pemuas nafsu makanku yang meningkat. Jika sebelum ada tambahan uang aku akan berusaha untuk menekan pengeluaranku seminimum mungkin dengan tidak membiarkan hal-hal yang kurang relevan atau berlebihan masuk ke dalam budgeting, sekarang menjadi membiarkan meskipun masih berada pada batasan pengeluaran yang normal.

Memang, nafsu adalah musuh terberat bagi manusia!

Akan tetapi aku janji untuk bulan depan dan bulan berikutnya, insyaallah aku akan lebih memperhatikan kebutuhan yang memang harus dipenuhi dan tidak selalu mengikuti hawa nafsu! Sesekali boleh, tapi tidak boleh terus-menerus. :)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe by Email

Subscribe