Fokus Saya Ada Adalah

10/25/2014 11:55:00 PM

"Bril, lo fokus di mana sih? Sibuk banget. Semua lo ikutin"

Pernah ngga sih kalian ditanya tentang hal seperti itu? Sejujurnya saya tidak suka dengan pertanyaan macam itu. Ada dua hal yang saya tidak suka: kata sibuk dan semua diikutin. Terkesan saya adalah tipe orang yang sangat maruk dan orang paling punya banyak kegiatan sedunia.

Salah satu senior saya dengan segudang prestasinya pernah berkata kepada saya, "Mumpung masih kuliah dan kita mampu, ngga salah kita ambil semua kesempatan. Asal tahu porsi dan kita bisa dapat sesuatu dari apa yang kita ambil."

Jika dipetakan, meskipun saya mengikuti beberapa kegiatan, kegiatan yang saya ikuti tidak jauh dari apa yang menjadi passion saya, yakni menulis, youth atau kepemudaan dan ekonomi.



Dalam dunia tulis - menulis, saya masih terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik yang memiliki produk jurnalistik bernama Ritma hingga pertengahan 2015 nanti. Sesekali saya juga menorehkan kecintaan saya akan sastra dalam buku harian saya atau di tumblr saya, The Second Bric-a-Brac.

Di bidang youth, saya terlibat sebagai bendahara (yang artinya tidak jauh dari uang dan ekonomi juga:p) di Sinergi Muda dan salah satu programnya, Indonesian Youth Conference 2014 yang akan berlangsung 5 - 8 November 2014 (fyi, kalian masih bisa membeli tiket Festival IYC 2014 pada tanggal 8 November melalui situs ini). Baru - baru ini saja saya memutuskan untuk menjadi intern di salah satu lembaga nonprofit sebagai bagian dari youth and community development division di Global Peace Foundation Indonesia.

Jika boleh bercerita, dan tentu boleh karena ini blog saya ... :p
Saya apply magang karena pada semester ini mayoritas kelas saya adalah kelas malam sehingga saya perlu memanfaatkan tenggang waktu tersebut, dengan tak jauh - jauh dari apa yang saya suka serta tidak melalaikan apa yang menjadi tanggung jawab saya sebelumnya. Alhasil, waktu saya cukup terkuras dengan menambah daftar magang di dalam kegiatan saya. Saya harus berada di kantor setelah kuliah pagi hingga sore hari, lalu melanjutkan kuliah malam ketika ada jadwal kelas.

Tiga minggu awal magang adalah masa terberat saya, saya benar-benar harus beradaptasi. Mulai dari mengatur waktu saya untuk berusaha menyeimbangkan semua hal-yang-memang-harus-diseimbangkan.

Di bidang ekonomi, yang mana sejalan dengan studi yang saya ambil saya sekarang, tentu saya berusaha untuk membuat akademik saya terlihat tetap baik karena mau tidak mau, akademik adalah salah satu kewajiban saya untuk masa depan dan bentuk pertanggungjawaban saya kepada orang tua. Belum lagi saya juga ingin mengasah lagi kemampuan ekonomi maupun akuntansi melalui beberapa perlombaan. Meskipun pada akhirnya saya harus lebih bekerja keras untuk mengejar itu semua. Setiap orang memang harus bekerja keras untuk dirinya, bukan?

Dalam hati saya yang terdalam, saya berdoa bahwa kegiatan yang saya ikuti bukanlah sekadar saya ikuti atau kasarnya "numpang nama". Saya selalu ingin berusaha melakukan semaksimal mungkin terhadap hal yang telah saya pilih untuk ikuti.

Baru beberapa hari yang lalu, saya bercerita kepada Mrs. Yor Ching, Head of Country di GPF Indonesia, "When I decided to join GPF, I hope that I can learn a lot. I have been one month in GPF Indonesia but I still didn't yet give a lot of contribution to GPF."

Dan Mrs. Yor Ching bilang, "The first month is time to learn about everything in GPF. You have to see this side and then this side. We here are still learning too. I will be sad if after you finish this intern you can't learn. I hope you can learn."

Menurut saya, selama kita tahu alasan kita melakukan pekerjaan yang kita lakukan, tidak masalah kita memiliki banyak hal yang dikerjakan. Saran saya, meskipun banyak, kalian tetap harus memperhatikan fokus kalian di mana. Tapi jangan menutup diri untuk belajar hal yang mungkin membuat kalian tertarik.

Terakhir, saya tahu bahwa saya masih ingin dan ingin terus belajar. Oleh karena itu, saya juga terlibat dalam Young On Top Campus Ambassador karena saya merasa bahwa saya membutuhkan mentorship program untuk membuat saya tetap berada dalam jalur yang benar. Saya jadi memiliki tempat bertanya dan sharing kepada mentor-mentor yang berpengalaman dan hebat di bidang masing-masing (fyi, mentor saya adalah Mas Ricky Setiawan dan Mbak Maya Arvini and all of them are very awesome). Selain itu, saya juga belajar banyak hal baru yang saya yakin sangat berguna untuk saya ke depannya.

Intinya, saya tidak suka disebut dan bahkan menyebut diri saya sibuk. Saya hanya ingin belajar dan memanfaatkan waktu saya sebaik-baiknya. Tapi bukan berarti saya terus melakukan pekerjaan dan mengabaikan waktu muda saya. Saya masih sempat jalan, makan dan nongkrong bersama teman-teman saya. Saya juga update dengan film-film baru di bioskop :p Tidur saya juga masih 6 - 8 jam sehari!

Kalau kata teman saya yang saya kenal melalui dunia blog, Amgah, ujung-ujungnya semua ada prinsip dasarnya:

  1. Allah tidak membebani sesuatu melainkan sesuai kesanggupan hamba-Nya
  2. Bersama kesulitan ada kemudahan
  3. Gunakan waktu luangmu sebelum waktu sempitmu
  4. Bersyukurlah kepada Allah, niscaya Allah menambahkan nikmat padamu
  5. Ketika selesai suatu pekerjaannya, kerjakanlah pekerjaan lainnya. Dan hanya kepada Allahlah kamu mengharap.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga menjawab pertanyaan, "Bril lo ikut apa aja? Bril lo sibuk apa aja? Bril fokus lo di mana sih?" :)

You Might Also Like

1 comments

  1. Semangat ian, just do what you want to do..
    Jika teman berkata seperti itu berarti mereka peduli, dan notice dengan kegiatan2 kamu.
    Semoga semuanya berbuah hal yang manis.
    Good luck!

    BalasHapus

Subscribe by Email

Subscribe