Perjalanan Manusia (Kau Keluhkan - Banda Neira)

3/29/2015 12:42:00 PM


*Catatan: Tombol segitiga berwarna putih dapat ditekan sebelum membaca tulisan di bawah ini.


Apapun yang manusia sedang lakukan, dalam mili detik yang sama, perjalanan kita sebagai manusia sama-sama sedang berjalan.

(sumber gambar)
Kau keluhkan awan hitam yang menggulung tiada surutnya.
Kau keluhkan dingin malam yang menusuk hingga ke tulang.

Dalam perjalanan pulang malam ini, saya yakin ada dan akan selalu ada perjalanan-perjalanan manusia lain di muka bumi ini. Perjalanan yang bisa saja sama dengan perjalanan yang saya lakukan dan bisa saja tidak. Apakah perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan alat perjalanan lain, sejujurnya saya tidak peduli. Setiap manusia di bumi ini berjalan dan melakukan perjalanan. Sekalipun ada manusia yang sedang meringkuk di atas ranjang mereka, mereka juga termasuk ke dalam sesi perjalanan ini.

Awan ini kau benci dan kau inginkan tuk segera pergi.
Berdiri angkat kaki tiada raut riangmu di muka.
Pergi segera.

Manusia sama-sama melakukan perjalanan. Hanya saja, dengan tujuan perjalanan yang berbeda, serta dengan proses yang berbeda pula. Ada yang menikmati perjalanan ini, tak sedikit pula yang tidak. Ada yang mengerti alasan mengapa mereka melakukan perjalanan ini, banyak pula yang memikirkannya pun enggan. Ada yang menyukai dan ada pula yang membenci.

Bagi yang menyukai, sekeras apapun terpaan yang menimpa perjalanan, mereka akan dengan senang hati bersyukur dan terus melanjutkan perjalanan. Bagi yang membenci, mereka hanya akan menggerutu dan merasa waktu berjalan dengan sangat lambat.

Lalu, bagaimana dengan yang tidak berada diantara keduanya? Tidak menyukai, tidak berarti pula membenci. Mereka akan berjalan seperti mayat hidup. Mereka tetap melakukan perjalanan karena menempuh perjalanan adalah keharusan. Hanya saja, mereka tidak menemukan apa yang sebenarnya mereka sedang jalani, beserta alasan terdalam mengapa mereka melakukannya. Mereka hanya sekadar tahu bahwa ini adalah keharusan.

Kau keluhkan sunyi ini tanpa ada yang menemani.
Kau keluhkan risau hati yang tak kunjung juga berhenti.

Keluhan adalah hak bagi setiap manusia. Mengontrol keluhan adalah kewajibannya. Perjalanan yang dilakukan tidak pernah ditempuh dengan cara yang selalu mudah. Tidak setiap tempat perjalanan memiliki tol bebas hambatan. Tol bebas hambatan di beberapa tempat pun pada akhirnya juga tidak bebas karena penuh dengan sesak manusia yang melakukan perjalanannya dengan cara yang sama seperti orang lain lakukan.

Setiap manusia memiliki beban perjalanan masing-masing. Ada kalanya beban tersebut tidak terasa seperti beban karena sangat ringan dan ada kalanya beban tersebut menjadi membesar berkali lipat terasa lebih berat.

Jika pada satu batas tertentu, beban tersebut terasa sangat berat hingga diri kita tak mampu membendungnya sendiri, akan ada yang selalu bersama kita untuk mendengarkan dan tak jarang ikut membantu meringankan beban tersebut. Jikapun tidak meringankan, yang selalu bersama kita akan membuat diri kita tidak merasa sedang menghadapi beban tersebut.

Rasa itu kau rindu dan kau inginkan tuk segera tiba,
Dan kembali bermimpi hanyut dalam hangatnya pelukan cahaya,
Oh mentari.

Apa yang manusia perlu lakukan adalah untuk menjadi terbuka, tetapi tetap dengan batas. Manusia harus lebih memahami siapa yang menjadi teman, siapa yang menjadi rekan dan siapa yang bukan siapa-siapa di setiap perjalanan yang ditempuh. Perjalanan adalah hal individual, yang mana tetap diingat bahwa se-individual apapun manusia, pasti masih tetap membutuhkan individu lain juga.


Dan ingatlah pesan sang surya pada manusia malam itu,
Tuk mengingatkannya disetiap tak ada,
Esok pasti jumpa.

Salah satu manusia yang pernah saya temui dalam perjalanan, bertanya kepada saya tentang berapa kali saya berdoa setiap harinya. Saya pun menjawab, “Berkali-kali.” Sesederhana setiap keluar rumah saya akan berdoa meminta perlindungan atau untuk mensyukuri makanan yang saya lahap yang menyelamatkan saya dari rasa lapar.

Manusia tersebut menambahkan, “Apakah kamu pernah membaca bahwa Tuhan pasti menyimpan sesuatu yang terbaik untuk diri kita? Dan pernahkah kamu membaca bahwa Tuhan memberikan beban yang sesuai dengan kemampuan masing-masing manusia?”


Karena dalam setiap perjalanan, akan ada yang selalu bersama kita. Kita hanya perlu menemukan alasan apa kita melakukan perjalanan. Lalu, menikmatinya, dan tidak pernah berhenti memberikan yang terbaik dalam setiap perjalanan yang kita lakukan.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe by Email

Subscribe