Tough Weeks: Passed!

5/06/2015 07:45:00 AM

Saya sebenarnya ingin menulis, menceritakan minggu-minggu yang sudah saya lewati. Salah satu minggu-minggu terberat saya, yang cukup membuat saya menjadi seorang zombie berjalan. Akan tetapi, saya merasa bahwa hal ini tidak terlalu menarik untuk diceritakan apalagi dibaca orang. Pertama, terlalu cerita personal dan kedua, mungkin berlebihan.

Apakah hanya saya yang merasakannya, saya merasa semangat belajar saya di kelas pada semester enam ini tidak se-semangat ketika saya masih membawa predikat mahasiswa baru atau mahasiswa tahun pertama. Saya sudah mulai belajar dengan seefektif dan seefisien mungkin, dengan tidak perlu begadang (sebenarnya saya pun tidak pernah begadang untuk ujian) dan tidak over-thinking. Lalu, saya mengalihkan untuk terlibat pada beberapa kompetisi yang menjadi ketertarikan saya,

I knew that in the silence that followed, that anything could happen here. It might be too late again. I might have missed my chance. But I would at least know I tried, that I took my heart and extended my hand, whatever the outcome.”- Sarah Dessen

Pada awal bulan April lalu, kebetulan tim saya lolos sebagai salah satu finalis Health Agent Award 2015 yang diadakan oleh Nutrifood. Sebagai finalis, kami wajib membuat ide proyek sosial kami mengenai kesehatan benar-benar diimplentasikan. Kami mendapat tanggal kunjungan oleh tim Nutrifood atas proyek kami pada tanggal 28 April 2015. Kami memutuskan untuk menjadikan tanggal 28 April ini sebagai puncak acara proyek setelah 3 minggu berjalan, yakni sejak tanggal 7 April 2015.

Selain itu, saya dengan tim saya yang lain pun secara mendadak mengikuti suatu perlombaan strategy case yang diadakan oleh StudentsxCEOs dan Skha Consulting. Kebetulan lagi, tim saya lolos ke tahap 15 besar dari 170-an tim yang mendaftar. Untuk masuk ke tahap terakhir, tahap Grand Final 5 besar, kami harus mengirimkan hasil pekerjaan kami paling lambat 28 April 2015 pada tengah malam.


Satu lagi, terkait dengan mata kuliah paling mendebarkan di semester ini, yaitu Mini Office Accounting Lab (MOAL), akan ada simulasi pada hari rabu pagi tanggal 29 April 2015. Simulasi seolah-olah kami sedang bekerja dalam perusahaan yang sudah kami bangun selama kurang lebih 5 tahun, dengan berbagai pernak-perniknya seperti formulir, standard operating procedure, hingga produk yang benar-benar nyata.

Saya paham bahwa segala sesuatu yang kita lakukan memiliki trade-off dan opportunity cost masing-masing. Pada persiapan ketiga hal tersebut --dengan tanggal yang bersamaan--, saya harus merelakan waktu tidur saya menjadi beberapa jam saja. Intinya, saya yang sangat anti-begadang pun memaksakan diri saya untuk begadang mengerjakan analisis kasus bagian saya hingga dini hari sebelum pada paginya proyek sosial kami di SD akan berjalan. Saya juga sempat sedikit "stres" karena pada saat itu juga sedang berada dalam minggu ujian tengah semester. Alhasil, saya makan lebih banyak, minum kopi lebih sering dan waktu tidur menjadi berkurang.

Satu hal yang saya syukuri dari puncak acara Awarding Event My Healthy Adventure, sebagai salah satu proyek finalis Health Agent Award 2015 berjalan sesuai dengan harapan. Tidak ada yang mengalahkan kebahagiaan saya pada pagi hari itu setelah melihat ketertarikan dan keseruan anak-anak sekolah dasar. Ada satu anak yang sampai berkata kepada saya, "Kak Brili, Kakak mau engga jadi kakak aku? Aku sudah bilang ke orang tua, katanya boleh kalau Kak Brili jadi kakak aku." Sejujurnya, permintaan anak sekolah dasar tersebut lebih membuat saya melting daripada ketika saya diminta menjadi pacar oleh mantan pacar dahulu, haha. 


Foto bersama setelah puncak dari proyek My Healthy Adventure

Pada hari yang sama dengan berjalannya proyek, pada siang hari saya berkumpul dengan tim lomba saya strategy case untuk menyelesaikan analisis masalah dan rekomendasi dari tim kami. Kombinasi dari tim yang menyenangkan dan lomba yang menantang, sejujurnya membuat saya begitu semangat dalam perlombaan ini. Terlepas dari kami bisa lanjut hingga ke tahap final setelah kami mengumpulkan pekerjaan kami beberapa menit sebelum waktu maksimal, saya menjadi sangat tertarik menjadi konsultan khususnya dibagian finance karena perlombaan ini.

Meja kerja saya pada simulasi MOAL.
Dalam persiapan simulai mata kuliah MOAL pada pagi harinya, saya dan teman-teman satu kelas harus mendekor "kantor" kami terlebih dahulu dari pukul sembilan hingga sebelas malam karena kami harus menunggu kelas karyawan selesai ujian terlebih dahulu. Khusus untuk kelompok saya, kami baru bisa pulang pada pukul satu karena harus menyetak dokumen-dokumen. Fyi, karena lain hal, kelompok kami adalah kelompok dengan jumlah anggota paling sedikit, yang isinya perempuan -perempuan kuat, haha.

Yang paling saya syukuri setelah beberapa minggu paling hectic ini adalah ditutup dengan bahagia. Pada tanggal 1-2 Mei 2015 lalu adalah puncak dari Grand Final Skha National Strategy Case Competition. Tim kami menjadi satu-satunya tim yang lolos dari universitas swasta sejak tahap semifinal. Saya pribadi bersyukur bahwa kami sudah memberikan yang terbaik dari kami. Bahkan, kami menjadi satu-satunya tim yang mempresentasikan pekerjaan kami dengan menggunakan bahasa inggris, meskipun menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia sebenarnya tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian, haha.

Alhamdulillah, The Second Winner
Selain itu, setelah pengumuman pemenang, saya sadar bahwa apa yang saya dapatkan jauh lebih banyak daripada hadiah yang diberikan. Pengetahuan baru, pengalaman yang menyenangkan serta jaringan yang semakin luas. Yang terpenting lagi, semakin membuka wawasan saya bahwa menjadi konsultan adalah salah satu pekerjaan yang sangat menarik dan perlu dicoba.

--

Terima kasih tak terhingga, April. Menutup kuartal pertama tahun ini dengan banyak pembelajaran dan memulai bulan kuartal berikutnya dengan hal yang membahagiakan. Semoga semakin banyak pembelajaran yang didapat, pengalaman tak terlupakan, serta jaringan yang semakin meluas dan mendalam. Secara pribadi, saya meminta maaf karena membuat "April" kosong akan tulisan, padahal saya sudah berjanji untuk minimal membuat satu tulisan setiap bulannya :")

Selamat datang, Mei! Let's be friend and struggle together!

"The individual has always had to struggle to keep from being overwhelmed by the tribe. If you try it, you will be lonely often, and sometimes frightened. But no price is too high to pay for the privilege of owning yourself." - Friedrich Nietzsche

You Might Also Like

0 comments

Subscribe by Email

Subscribe